Minggu, 18 Agustus 2019

Sejarah Berdirinya TPQ Baiturahmat

TPQ & MADIN Baiturahmat
jl.Tambora RT 02/12 Sidanegara, Cilacap Tengah, Jawa Tengah, Indonesia

      Taman Pendidikan alQur'an(TPQ) dan Madrasah Diniyah(MADIN) Baiturahmat yang berlokasi di Jalan Tambora 2 RT 02 RW 12 Kelurahan Sidanegara,Kecamatan Cilacap Tengah, Jawa Tengah, Indonesia di mulai dari Dra.Tuti Munfaridah,MSI putri dari Bp.KH.Edi Suwarto seorang Kyai yang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Daerah /Pemda Kabupaten Cilacap. Putri sulung yg karena didikan.ayahnya mewarisi dan mengikuti jejak
ayahnya sebagai ahli agama dan aktif mengabdikan diri pada kehidupan masyarakat.
         Saat telah meraih gelar sarjana S1 dari Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang, begitu banyak tawaran pekerjaan baik dari swasta maupun negri karena IP nya tertinggi di Depag Cilacap dan SDM bagus, sudah termasyhur kepandaiannya sejak SD dan aktif menjadi Dai sejak remaja karena sejak usia 17 th sudah di undang ceramah agama ke berbagai daerah di Kabupaten  hingga sampai regional se pulau Jawa di th 1986, di mana saat itu belum ada remaja sepotensial itu. 
       Tetapi semua tawaran kerja tsb ditolak karena Farida memiliki jiwa juang yg di tanamkankan ayahnya dan mengalir deras dalam tubuhnya hingga dia tidak ingin menjadi PNS yg hanya mengharap gaji dari Negara, apalagi waktu itu PNS terbiasa dengan Kolusi, Korupsi & Nepotisme (KKN), hingga makin alergi pada PNS, sedangkan untuk bekerja di Instansi swasta akan membatasi gerak langkahnya untuk aktif dalam li i'lai kalimatillah karena terikat kontrak dan peraturan. Maka pilihannya jatuh pada mendirikan lembaga pendidikan Islam yg mandiri, bukan negri dan independen. Lalu dengan dukungan ayahnya Farida muda mengundang berbagai tokoh masyarakat dari beragam status sosial untuk dijadikan Pengurus TPQ hingga berdiri pada hari senin pon 05 Juli 1993 dengan Pengasuh Bp.KH Edi Suwarto dan Wakil Kepala TPQ Dra Tuti munfaridah yg baru lulus S1, sedang Kepala TPQ dijabat oleh Bp H Sudiono Hs, selalu aktifis kegiatan agama di Masjid Baiturahmat, dengan pertimbangan untuk menggalang kepercayaan masyarakat dan laki2 yg sudah menikah, bukan seperti Farida yg masih gadis baru berusia 23 th. Karena TPQ berdiri di bawah naungan masjid Baiturahmat dan tempat belajarny juga di serambi masjid, maka TPQ nta juga diberi nama TPQ Baiturahmat.
    Setahun kemudian, TPQ Baiturahmat mewisuda santri2 yg sudah khatam Iqro' jilid 6 di momen Maulud Nabi Muhammad saw, saat itulah.Bp K Edi Suwarto mengumumkan dan mengajaj masyarakat untuk wakaf tunai dan membeli tanah pekarangan kosong di dekat masjid yg akan digunakan untuk membangun gedung TPQ hingga tidak terus belajar mengajar di serambi masjid. Malam itu juga berhasil mendapat donatur yg sanggup wakaf tunai bersama yg akhirnya bisa membayar seluas 27,5 ubin dengan harga rp.@2.000.000,_ / ubin. Salah satu wakif saat itu adalah Bp. Muhammad Supardi, Bupati Cilacap pada waktu itu. 
Sedangkan ustadz2 TPQ nya adalah putra2 dan putri Bp.KH Edi Suwarto : Dra.Tuti Munfaridah, MSI, Puji Waluyo,SE, Teguh Prayitno, S.Ag, Agus Priyono, dan beberapa remaja masjid sekitar.
          Sampai th 1997 sekitar 5 th setelah berdiri dan berhasil membeli tanah wakaf bersama seluas 27,5 ubin , tanahnya tidak dibangun2 , masih tetap berupa pondasi, meski sudah dibentuk Panitia Pembangunan dan membuat puluhan proposal pencari dana bantuan.
          Pada tahun 1997 itulah, Bu nyai Tuti Munfaridah sudah tidak tahan menyaksikan keadaan seperti itu, maka tanpa menunggu raker panitia.pembangunan dan tergantung pada siapapun , mengedarkan sendiri proposal pembangunan gedung TPQ kepada semua kenalan orang2 kaya , dan lembaga2 sosial agama Islam untuk mencari dana, dengan menerima bantuan berupa uang maupun material, hingga berhasil membangun gedung termewah pada th 1999 di Kabupaten Cilacap, dengan planer Bp.Subekti . Termegah dan termewah di Kabupten Cilacap sebagai gedung TPQ ,bahkan sampai th 2019  saat ini, karena rencana jangka panjangnya bukan hanya sebagai gedung TPQ, tetapi sebagai kamar2 samtri pesantren dan lokal pembelajaran samtri serta Sekolah2 pesantren.
        Sekali lagi saat ini gedung TPQ yg sudah genap 10 th berdiri, sekarang masih hamya sebagai gedung TPQ karena para Pengurusnya, tetutama Ketua Pembangunannya Bp Eded Junaedi tidak seuju didirikan pesantren. Hanya.Bp Sugiyanto karyawan Pertamina yang mendukung.
       Tapi Bu Nyai Tuti Munfaridah sangat kecewa pada suaminya sendiri yg sangat lemah, santai dan apatis semangat jihadnya hingga sangat sulit di dukung, padahal sudah dudirikan dan mendapat ijin operasional Pondok Pesantren Baiturahmat dari Kemenag. Tapi semangat bu Nyai Dra.Tuti Munfaridah, MSI belum hilamg, masih terus membara di dada, masih berharap suatu saat akan terwujud cita2 nya menditikan Pesantren. Kalau bukan suaminya, maka anaknya yg akan menjadi pengasuhnya, sebagaimana semua.cita2nya yg telah tercapai, termasuk bersama2 mujahid2 di Kelurahan Gunung Simping Gang Ambalat jln Dr.Sutomo Cilacap dengan kehendak Alloh swt berhasil mendirikan Panti Asuhan Baitul Aitam, maka suatu saat , bahkan biidznillah paling lama terwujud cita2nya mendirikan Pondok Pesantren, aamiin..